Merubah Keterpaksaan Menjadi Kebiasaan

“Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya”, begitu kata Abraham Lincoln. Bila kita pernah berpikir kira-kira dalam sepuluh tahun lagi kita seperti apa?, maka lihatlah diri kita dan kehidupan kita saat ini, apakah sudah baik atau belum? Dan apakah sudah cukup untuk mencapai apa yang kita harapkan dari diri kita 10 tahun yang akan datang?.
Bila jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah “tidak” atau “belum” maka kita perlu melakukan instrospeksi terhadap diri kita, kira-kira apa yang kurang dari diri kita, apa yang seharusnya kita lakukan tapi belum kita lakukan, apakah kebiasaan yang kita lakukan selama ini sudah baik dan mendukung kita dalam mencapai apa yang kita harapkan dari diri kita 10 tahun yang akan datang?.
Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan hidup kita, salah satunya adalah kebiasaan. Tentu kita bertanya, “bagaimana menentukan suatu kebiasaan itu sudah baik atau belum?”, caranya adalah dengan merasakan apakah seluruh kebiasaan yang kita jalani selama ini membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik? Bila “ya” maka teruskanlah kebiasaan-kebiasaan tersebut, dan kita tidak perlu lagi membaca tulisan ini, bila “tidak” maka kita harus membuang jauh-jauh kebiasaan buruk tersebut dan menggantinya dengan kebiasaan yang baik walaupun kebiasaan yang baik itu susah dan tidak enak untuk kita lakukan. Misalnya, biasanya dulu kita sering begadang untuk suatu alasan yang tidak jelas, sedangkan besok kita harus masuk kantor dan bekerja pukul 08.00 pagi, sehingga kinerja kita dikantor menjadi tidak optimal karena kita mengantuk dan kehilangan fokus dalam bekerja, yang dalam jangka waktu tertentu akan berpengaruh terhadap karir kita. Kebiasaan tersebut harus kita buang dan digantikan dengan sesuatu hal yang baru yaitu tidur lebih awal sehingga kita fokus dalam bekerja. Kenapa kita sebut “sesuatu hal yang baru” bukan “kebiasaan baru”?, karena kita baru melakukannya dan belum terbiasa akan hal tersebut, sehingga belum tertanam di dalam diri kita.
Bagaimana cara agar “sesuatu hal yang baru” tersebut dapat menjadi “kebiasaan” yang tertanam didalam diri kita?. Salah satu caranya adalah dengan memaksa diri kita untuk melakukan “sesuatu hal yang baru” tersebut secara terus menerus, walaupun sulit dan tidak enak untuk dijalankan pada awalnya pokoknya paksa diri kita untuk melakukannya, hingga pada suatu titik kita merasa tidak enak dan tidak nyaman serta merasa bersalah apabila tidak melakukan “sesuatu hal yang baru” tersebut, maka pada titik itu “sesuatu hal yang baru” tersebut sudah berubah menjadi “kebiasaan”.
Proses merubah “sesuatu hal yang baru” menjadi “kebiasaan” tersebut tidak mungkin kita lewati tanpa adanya sikap disiplin dan konsisten dari diri kita. Kebanyakan orang gagal pada saat awal atau yang kita sebut pada tahap pemaksaan karena kurang disiplin dan konsisten dengan apa yang mereka lakukan. Berapa banyak orang yang menjalankan diet gagal sebelum mencapai tujuan dietnya kerena kurang disiplin dan konsisten, begitu juga dengan merubah kebiasaan.
Ayo mulai hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, kita mulai proses transformasi kita menjadi pribadi yang baru, menjalankan “sesuatu hal yang baru” yang lebih baik dan merubahnya menjadi “kebiasaan”, serta mengawal proses tersebut dengan sikap disiplin dan konsisten yang berkesinambungan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s